The Panasdalam, Syair Nyeleneh Masih Jadi Andalan
Salah satu Band dengan syairnya yang "Nyeleneh" adalah The PanasDalam. Kemunculan Band asal Bandung di album pertamanya, bertitel "Only Ninja Can Stop Me Now" cukup menyedot perhatian para penggemar musik Indonesia. Kehadiran yang cukup "menghebohkan", karena diawal banyak pihak yang pesimis dengan kiprah Band bentukan seniman, musisi yang juga penulis "Pidi Baiq" ini. Namun, tidak diduga, publik yang jenuh dengan musik dan syair cinta dan sakit hati melirik eksistensi "The Panas Dalam", hingga akhirnya band yang mengambil tagline, Argumentum in Absurdum, menjadi terkenal hingga sekarang.Lama tidak terdengar lanjutan albumnya, Belum lama Band ini muncul dengan album keduanya yang bertitel Nyeleneh (lagi) "Only almarhum ninja can stop my tamborine" . Tidak ada penjelasan detil mengenai pengambilan judul album yang terkesan main-main. Tapi yang pasti The PanasDalam berusaha memaksimalkan karakteristik bersyair yang bebas.
Soal lagu dengan syair; guyon, menyindir, dan kritis memang menjadi spesialisasi sang "Pemimpin Besar Evolusi The Panasdalam Serikat", Pidi Baiq. Mulai dari lagu; "Seperti Seekor Babi", "Wanita", "Nia", "Partai Kucing", "Pulang Mabok", "Batman", "Djatinagor", "Buaya Angkatan Darat", "Lupa Istri", "Ospek" dan "Semacam kasih Sayang", termasuk bonus track "Rintihan Kuntilanak", "Kelamin Uber Alles", " Suka Dukaku Mencari Lala", " dan "Erwin".
Mendengar lagi The Panas Dalam, kita seolah dihadirkan sebuah realitas tentang kondisi diri, teman dan lingkungan dalam beraktivitas, berkelakuan, hingga soal pandangan hidup. Bahasa metaphora yang digunakan The Panas Dalam sangat mengena, lucu,nakal sekaligus absurd . Si Penulis Lagu, Pidi Baiq, sepertinya tidak mau terpolakan dengan syair yang "lurus-Lurus" dan gampang dimengerti. Pendengar diajak menyimak ulang untuk menangkap maknanya dengan segala kelucuan bersyairnya Pidi Baiq yang sempat meluncurkan trilogi novel "Drunken Monster". Nggak percaya? Silakan saja simak lagu "Seperti Seekor Babi"; Rambutnya tipis jadi gitaris seperti seekor babi/pegang biola bodynya juga seperti seekor babi/ vokal kedua dan harmonika seperti seekor babi anak hutan.. Atau dalam "Batman"; Hei batman coba lihat celana dalammnya/pasti sengaja masa kau lupa/Hei Batman bagaimanakah caramu mendadak ingin ee di jalan/ Hei Batman siapakah robin sebenarnya.
Mengikuti syair The PanasDalam, kita seperti terobati dari kerinduan lagu-lagu humor yang pernah dibawakan Iwan Fals ketika awal karirnya, Doel Sumbang, Harry Roesli, hingga Djaduk Ferrianto. Selain syairnya, The Panas Dalam kuat dengan karakter musiknya yang simpel dan enak didengar, juga dengan karakter suara vokalnya Pidi Baiq. Namun, sayang tidak ada yang baru dalam hal musikalitas dalam album ini, terlintas seperti repetisi album sebelumnya.
Bukan The PanasDalam jika tidak berada diluar mainstream dalam hal gaya dan bermusiknya, sampai-sampai dalam albumnya tidak disebutkan ucapan terima kasih kepada, namun mereka menulis "Tidak TerimaKasih kepada Siapa Pun". Nah, bingungkan??:) Mereka menilai sebuah kreasi tidak dibatasi dengan keterlibatan person-person yang ada, kemudian nilai-nilai yang tertuang dalam liriknya juga tidak serta-merta membawa banyak nilai-nilai positif. Makanya, mereka meminta maaf jika lagu2 nya membawa nilai2 kurang baik bagi pendengarnya. Jadi? Silakan saja nilai sendiri The PanasDalam dalam persepektif masing-masing.
Dibawah label "Off The Records" , The PanasDalam sepertinya semakin yakin menapaki musik Indonesia dengan gayanya sendiri yang kocak, kritis sekaligus sinis. Karakter suara serak-serak basah-nya Pidi Baiq juga menjadi ciri khas The PanasDalam. Tidak kecuali gaya musiknya yang simpel dan terdengar apik menjadi poin tambahan bagi The PanasDalam. Dan Cita-cita Pidi Baiq memiliki Negara Republik The PanasDalam, sepertinya tinggal menunggu waktu saja, karena perlahan tapi pasti, rakyat (baca: penggemar) makin banyak. Sukses Selalu Buat The Panasdalam
